
Dari sekian banyak persembahan di sebuah pusat Buddhis Tibet, pelita mentega mungkin yang paling sederhana sekaligus paling dicintai. Satu nyala kecil, satu saat hening, satu harapan yang diucapkan dalam hati untuk seseorang yang kita kasihi. Jika Anda pernah berdiri di depan altar kami dan bertanya-tanya apa makna pelita itu — atau bagaimana cara mempersembahkannya sendiri — tulisan ini untuk Anda.
Mengapa kita mempersembahkan cahaya
Dalam ajaran Buddha, kegelapan melambangkan ketidaktahuan: bukan kebodohan, melainkan kebingungan yang membuat kita tidak melihat segala sesuatu sebagaimana adanya. Cahaya melambangkan kebijaksanaan. Ketika kita mempersembahkan pelita, kita tidak sedang menyalakan lilin untuk dewa yang membutuhkannya; kita sedang mewujudkan sebuah aspirasi batin dalam bentuk nyata — semoga kebingungan sirna, dalam diri saya dan dalam diri semua makhluk.
Pelita mengajar selama ia menyala. Ia memberikan cahayanya dengan cuma-cuma, kepada siapa pun yang ada di ruangan itu. Ia tidak memilih. Dan ia tidak menyala selamanya — inilah hal kedua yang dikatakan pelita dengan lembut: segala yang muncul akan berlalu, maka gunakanlah hidup ini dengan baik.
Cara mempersembahkan pelita di pusat kami
Tidak ada yang rumit, dan Anda tidak perlu pengalaman apa pun.
- Masuk dan tenangkan diri. Pusat kami buka setiap hari, pukul 08.00 hingga 19.00. Lepaskan alas kaki, duduklah sejenak, biarkan napas Anda melambat.
- Bentuk niat Anda. Sebelum menyalakan pelita, hadirkan dalam pikiran untuk siapa persembahan ini — orang tua, seseorang yang sedang sakit, seseorang yang telah berpulang, atau semua makhluk di mana pun.
- Persembahkan cahayanya. Nyalakan pelita dan letakkan di altar. Ada yang bersujud tiga kali; ada yang hanya berdiri hening. Keduanya sudah lengkap.
- Dedikasikan jasa kebajikannya. Bagian ini jangan dilewatkan. Kebajikan apa pun yang lahir dari tindakan ini, persembahkan kembali — kepada orang yang Anda ingat tadi, dan kepada semua makhluk.
Jika Anda tidak dapat datang langsung, Anda dapat memohon persembahan pelita, dan para Geshe kami akan mempersembahkannya atas nama Anda, dengan nama-nama dan niat yang Anda sampaikan. Anda juga dipersilakan bergabung dalam doa mingguan kami setiap Sabtu pukul 14.00, atau melihat apa yang akan datang di halaman Acara Mendatang.
Pelita yang Anda bawa pulang
Persembahan itu sesungguhnya tidak berakhir di altar. Inti dari tindakan ini adalah agar sesuatu dalam diri Anda berubah — agar Anda pulang sedikit lebih sabar, sedikit lebih murah hati, sedikit lebih lepas dari kekhawatiran sendiri. Pelita yang dipersembahkan dengan pikiran yang terpencar tetaplah indah. Pelita yang dipersembahkan dengan kepedulian sungguh-sungguh kepada makhluk lain mulai mengubah orang yang mempersembahkannya.
Maka persembahkanlah pelita saat Anda bahagia, dan persembahkanlah saat Anda sedang berat. Keduanya alasan yang baik. Nyala api tidak menanyakan yang mana.
Dengan cahaya ini, semoga kebingungan semua makhluk sirna, dan semoga mereka menemukan kedamaian dan kebahagiaan yang lestari.
Sera Jey Wisdom Center · Ruko Savoy Blok C1 No. 31 & 32, Jakarta Garden City · WhatsApp +62 813 2488 4241